Home » Memperdagangkan Kedaulatan: Free Trade Agreement dan Nasib Bangsa by Martin Khor
Memperdagangkan Kedaulatan: Free Trade Agreement dan Nasib Bangsa Martin Khor

Memperdagangkan Kedaulatan: Free Trade Agreement dan Nasib Bangsa

Martin Khor

Published July 2010
ISBN :
Paperback
239 pages
Enter the sum

 About the Book 

Judul: Memperdagangkan Kedaulatan: Free Trade Agreement dan Nasib Bangsa Penulis: Martin Khor Penerjemah: K. Ayu Saraswati Penyunting: Hira Jhamtani Penerbit: INSISTPress Edisi: I, Juli 2010 Tebal: 13x19cm, xii + 239hlm.“Indonesia merupakan salahMore♦Judul: Memperdagangkan Kedaulatan: Free Trade Agreement dan Nasib Bangsa ♦Penulis: Martin Khor ♦Penerjemah: K. Ayu Saraswati ♦Penyunting: Hira Jhamtani ♦Penerbit: INSISTPress ♦Edisi: I, Juli 2010 ♦Tebal: 13x19cm, xii + 239hlm.“Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang sangat aktif melakukan kerjasama ekonomi. Tidak hanya dalam forum ekonomi multilateral seperti WTO, tetapi juga dalam berbagai kerjasama bilateral maupun regional free trade agreement (FTA). Umumnya, alasan pemerintah untuk lebih agresif dalam berbagai FTA karena strategi FTA dianggap akan menjadi terobosan bagi perundingan di forum multilateral yang lamban. Memang, dalam forum multilateral, prinsip-prinsip dan perbedaan tingkat kemajuan pembangunan antar negara anggota masih menjadi faktor penting, sehingga masih sangat dipertimbangkan dan diberi peluang untuk diperjuangkan dan dinegosiasikan oleh masing-masing anggota, sebelum penyusunan kesepakatan. Sedangkan dalam FTA, terutama dalam FTA bilateral, pertimbangan perbedaan-perbedaan tersebut seolah semakin tipis dan menjadi hambatan yang lebih cepat diselesaikan. Tidak heran bila banyak negara, termasuk Indonesia, yang ingin mempercepat liberalisasi ekonomi, akan memilih memperbanyak kesepakatan FTA dibanding mendorong kerjasama multilateral.Tetapi agresifitas dalam kerjasama ekonomi FTA atau EPA akan menjadi sangat berbahaya bila langkah-langkah liberalisasi ekonomi tersebut tidak didahului dengan penyusunan strategi pembangunan industri dan perdagangan yang jelas. Karena strategi inilah yang bisa menjadi pedoman bagi pengembangan industri nasional.” (Dr. Hendri Saparini)